Budidaya belut

Cara Budidaya Belut yang Benar dan Menghasilkan

Budidaya Belut – Belut adalah jenis ikan air tawar yang dikonsumsi dan menjadi salah satu bahan makanan favorit di dunia.

Ciri khas dari belut adalah tubuh yang memanjang bulat dan hanya memiliki keuntungan sirip punggung, juga badannya sangat licin kompilasi dipegang. Dan ukuran belut pun bervariasi dari 5 cm hingga 4 meter tergantung spesiesnya. Belut juga memiliki banyak manfaat, antara lain:

  • Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
  • Penambah protein hewani.
  • Dan sebagai obat penambah darah. Jadi, jika Anda berbicara tentang kesulitan, ada lagi Anda sering mengosumsi belut dengan teratur.

Dan masih banyak lagi manfaat belut untuk kehidupan kita sehari-hari.

Sekarang sudah banyak para peternak yang mulai membudidayakan belut. Karena sekarang Pertanyaan belut lebih lama tingginya.

Dan langsung saja saya akan menjelaskan dan menuntun anda cara budidayakan belut yang baik dan benar.

Menyiapkan Media Tempat Budidaya Belut

Hampir sama dengan budidaya ikan sidat dan budidaya ikan lele yang dibahas di artikel sebelumnya. Dalam budidaya belut juga kita harus menyiapkan media tempat budidaya yang yang baik dan benar. Dan di bawah ini saya akan menjelaskan beberapa media tempat budidaya belut yang sesuai dengan kriteria belut tersebut.

a.Budidaya di Dalam Kolam Tanah

budidaya belut, kolam belut, kolam beton, kolam tanah, ternak belut

fishpreneurship.weebly.com

Yang pertama adalah membudidayakan belut di kolam tanah. Media ini biasanya dibuat dengan ukuran yang relatif luas, sehingga bisa banyak belutarus.

Belut yang bisa ditebar di kamar ini adalah belut yang masih bayi hingga yang beranjak remaja.

Cara pembuatan kolam ini sederhana, dengan cara ini:

  • Kolam yang terbuat dari empat persegi panjang.
  • Ukuran kolamnya sekitar 1 x 2 m 2.
  • Kedalaman sekitar sekitar 60 cm.
  • Kedalaman lumpurnya setinggi 5 cm.
  • Dan yang terakhir adalah lupa diberikan pelepah pisang yang sudah dipotong sekitar 10 cm.

Jika hal itu sudah jadi, kami menerima dedak halus sebanyak 1 kg per meter persegi. Kemudian bermain di bawah tanah.

Saat sudah bermain lumpur, barulah kolam tersbut memasukkan udara sampai penuh. Dan jangan lupa, udara tersebut harus diganti selama 1 minggu sekali.

Agar kualitas udara biasa tidak dan rusak.

b.Budidaya di Kolam Terpal

budidaya belut, kolam terpal, kolam belut

www.tokopedia.com

Media kolam terpal adalah media yang paling mudah oleh para peternak belut, Karena media ini tidak perlu mengeluarkan kocek yang besar.

Oleh sebab itu Anda akan menggunakan media ini, dan hanya perlu belajar dan terpal yang sesuai dengan kebutuhan yang Anda inginkan.

Tapi sebelum Anda membudidayakan belut di dalam kolam terpal, ada berdiri Anda anggap saran dari saya.

Supaya pada saat Anda memakai media ini, Anda tidak akan bingung lagi pada saat pembudidayaan.

Ukuran terpal harus sesuai dengan ukuran belut yang akan dibudidayakan. Dan sudah Anda harus mempersiapkan 5 kolam terpisah.

budidaya belut, kolam terpal, kolam belut

urbanina.com

Di bawah ini adalah cara pembagian kolam belut yang akan dibudidayakan.

  • Kolam pemijahan atau tempat untuk pembuahan benih belut yang akan dibudidayakan.
  • Tempat untuk pelepasan / pembesaran benih belut yang ukuran 1-2 cm. Berdaya tampung 500 ekor / m2.
  • Kolam untuk belut yang belum menginjak usia remaja, yang ukuran belutnya sekitar 3-5 cm. Berdaya tampung 250 / m2.
  • Tempat untuk belut yang menginjak usia remaja memiliki ukuran 5-8 cm, sampai menjadi ukuran 15-20 cm. Yang berdaya tampung 50 ekor / m2.
  • Yang terakhir adalah kolam terpal untuk belut yang membahas dewasa yaitu belut tentang 15-20 cm, sampai menjadi 30-40 cm. Yang berdaya tampung 25 ekor / m2.

Faktor-faktor di atas gunanya untuk mencegah kanibalisme belut, masalah belut tersebut dalam keadaan lapar.

Karena jika belut di satukan dengan ukuran yang berbeda-beda, maka bisa dipastikan belut yang ukurannya kecil akan dimangsa dengan belut yang ukurannya lebih besar.

c.Budidaya di Kolam Tembok / Beton

budidaya belut, kolam beton, kolam belut

tanamperawatan.com

Media yang berikutnya adalah budidaya di kolam. Media ini oleh para pembudidaya belut di Indonesia.

Jika akan menggunakan media ini, Anda harus memperhatikan bahan-bahan yang diperlukan, yaitu:

  • Memesan kolam yang terbuat dari beton.
  • Ukuran kolamnya sekitar 2 x 1 meter dengan kedalaman kurang lebih 1 meter.
  • Pilih tanah lumpur, seperti lumpur di sawah.
  • Melayani pelepah pisang.
  • Persiapan pupuk kandang, sapi, ayam dan sebagainya.
  • Serta, restoran jerami yang sudah lapuk.

Di bawah ini adalah cara-cara untuk membuat kolam belut.

  • Anda harus mencelupkan cairan yang menghasilkan tadi sekitar kurang lebih 10 cm.
  • Selanjutnya taruhlah jerami di atas lumpur yang memiliki ketebalan 10 cm.
  • Setelah itu taruh pelepah pisang yang sudah dipotong-potong setebal 10 cm.
  • Setelah itu Anda harus menaburkan pupuk kandang setebal 10 cm.
  • Yang terakhir adalah mengisi udara dengan secukupnya, yang berat sekitar kurang lebih 80 cm.

Setelah semua itu selesai, barulah Anda memasukkan bibit-bibit belut yang sudah pilih.

d.Budidaya di Dalam Drum

budidaya belut, kolam drum, kolam belut

www.maxmanroe.com

Media selanjutnya adalah budidaya di dalam drum. Media ini sangat berbeda dengan budidaya ikan gurame, sebab dalam budidaya ikan gurame tidak membutuhkan media drum untuk tempat budidayanya. Sedangkan dalam budidaya belut, media ini bisa dipakai, karena belut sendiri adalah hewan yang mudah beradaptasi dengan lingkungannya.

Sedangkan ikan gurame adalah adalah jenis ikan yang agak susah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dan budidaya di media drum ini sudah sering dipakai oleh para peternak saat ini. Karena media ini sangat simpel dan tidak membutuhkan lahan yang luas.

-Langkah-Langkah Membuat Kolam Drum

  • Bersihkan bagian dalam drum dengan mencucinya sampai bersih.
  • Buat lubang di atas drum dengan bentuk persegi panjang.
  • Setelah itu taruh drum di atas tanah yang sangat ringan dan tidak dilupakan pengganjal yang kuat, agar geng tersebut tidak terguling.
  • Selanjutnya buat tempat peneduh di atas drum tersebut, mungkin belut-belut yang akan di budidayakan tidak terkena kontak langsung dengan matahari. Agar belut tersebut tidak kepanasan.
  • Yang terakhir adalah membuat saluran di bawah drum yang sudah disiapkan tadi.

Jika Anda menyelesaikan langkah-langkah di atas, selanjutnya Anda akan membuat media tempat tumbunya belut.

-Pembuatan Media Tempat Tumbuhnya Belut di Kolam Drum

  • Beri bahan alas drum dengan ketebalan sekitar 40 cm.
  • Siram jerami dengan menggunakan mikroorganisme starter  sebanyak 1 liter per drum.
  • Selanjutnya dengan diberi lapisan kompos atau pupuk kandang setinggi 6 cm.
  • Lapisan yang terakhir itu membuat lumpur kering hingga ketinggiannya mencapai 20 cm.

Setelah semua yang telah selesai, yang Anda lakukan terakhir adalah dengan mengisi kolam dengan udara, hingga ketinggian mencapai sekitar 18 cm di atas lumpur.

Dan udara itu harus dibiarkan selama 2 minggu, karena udara tersebut gunanya untuk proses fermentasi.

Dan belut pun tidak boleh digunakan dulu ke dalam drum tersebut selama tahap fermentasi.

Setelah proses fermentasi selesai, barulah belut-belut yang sudah dipilih bisa di budidayakan di kebun drum tersebut.

e.Budidaya Tanpa Lumpur

budidaya belut, budidaya belut tanpa lumpur, ternak belut

www.dictio.id

Yang terakhir adalah membudidayakan belut dengan tidak memakai media lumpur.

Di mana kebanyakan yang kami tahu bahwa media adalah media yang paling umum oleh seluruh peternak belut di Indonesia.

Masih ada alternatif yang lain, yang tidak di media ini. Yaitu dengan media air bersih. Di mana media ini hanya membutuhkan udara yang bersih dan tidak kotor.

Selain itu juga, media bersih sangat besar sekali memaknainya bagi Anda yang menggunakan.

Karena media ini sangat mudah dilakukan dan belut-belutnya pun akan terlihat bersih dan segar.

Berikut keuntungan jika Anda menggunakan air bersih sebagai media budidaya belut.

-Kemudahan dalam pengontrolan.

Pada dasarnya jika Anda menggunakan bersih untuk media pembudidayaan, Anda akan lebih mudah untuk melihat hasil belut di dalam kolam.

-Peningkatan jumlah penebaran bibit.

budidaya belut, budidaya belut di air jernih, ternak belut, bibit belut

arenahewan.com

Penebaran benih bisa dilakukan dengan lebih banyak, bahkan sampai 3 kali lipat dari jumlqh bibit yang biasanya ditebar di kolam lumpur.

Karena lingkungan lebih bersih dan tidak padat seperti media lumpur.

-Menurunkan angka kanibalisme.

Jika belut sudah mencetak daerah kekuasaannya, maka belut akan mengintimidasi belut yang lebih lemah dan mahalnya.

Dengan kondisi kolam jernih, maka belut belut tidak akan mewarnai daerah kekuasaannya. Karena belut-belut itu akan bergerombol hidup, dan akan tidak akan terjadi perebutan status kekuasaan yang menyebabkan perkelahian.

-Lebih efektif dan efesien.

Kolam air bersih akan lebih praktis dan efesien, karena budidayaan tidak bertanggung jawab seperti lumpur fermentasi.

Pemilihan Bibit Belut yang Tepat

budidaya belut, budidaya belut di air jernih, bibit belut

agungwibowojogja.com

Setelah kita selesai media tempat budidaya belut, berikut yang harus kita lakukan adalah memilih bibit atau benih belut yang akan dibudidayakan.

Pada pemilihan benih belut yang akan dibudidayakan, hendaknya kita harus memilih bibit belut yang unggul dan bagus. Karena kualitas bibit belut sangat menguntungkan pada pertumbuhannya kelak.

Belut yang memilih haruslah sehat dan memiliki fisik yang baik pula. Berikut ini referensi bibit belut yang bagus untuk dibudidayakan.

a.Pilih Bibit Belut yang Bebas Luka dan Penyakit

Anda akan memilih bibit belut, usahakan bibit belut ini bebas dari luka akibat goresan atau pun terkena penyakit. Seperti jerawat bintik-bintik putih seperti panu atau pun jenis lainnya.

Sebab luka dan penyakit itu bisa mempengaruhi besar terhadap belut-belut yang lain, karena dapat menular ke belut yang lain.

b.Pilih Bibit Belut yang Berukuran 10-12 cm.

budidaya belut, ternak belut, pemilihan bibit belut

www.penyuluhperikanan.id

Pada saat Anda memilih ukuran benih belut yang akan dibudidayakan, Usahakan benih itu memiliki ukuran yang sesuai dan seragam dengan ukuran pembudidayaan pada umumnya.

Yaitu belut yang Anda pilih harus memiliki ukuran badan sekitar 10-12 cm. Agar hasil masa panen sudah datang, belut tersebut sudah tumbuh besar dan sesuai dengan target yang kita inginkan.

Ukuran-ukuran tersebut sangat menonjol dengan topik belut yang dibudidayakan. Karena jika ukurannya tidak seragam, maka belut

c.Belut Harus Terlihat Aktif dan Lincah

Saat akan memilih bibit belut, pilih kami memilih belut yang terlihat aktif dan lincah. Karena belut yang aktif dan lincah akan lebih mudah beradaptasi dengan tempat barunya.

Selain itu, Anda juga dapat lebih cepat dalam hal pertumbuhan dan perkembangan di dalam kolam.

d.Kondisi Belut Harus Sehat dan Tidak Lemas

budidaya belut, pemilihan bibit belut

infonet.vn

Kondisi bibit belut yang dipilih haruslah sehat dan tidak lemas, karena jika bibit belut terlihat lemas dan tidak sehat, maka sudah dipastikan belut yang tidak akan dialami lama.

Karena belut yang memiliki kondisi seperti ini, akan rentan terkena penyakit dan mati.

e.Pastikan Badan Belut Tidak Lembek Ketika Dipegang

Usahakan ketika anda memilih belut, pilihlah badan belut yang bulat dan kuat. Dan anda pun jangan sekali-kali memilih belut yang badannya lembek dan lemas.

Karena belut yang memiliki model badan lembek akan susah mengalami pertumbuhan menuju belut yang dewasa, dia akan terlihat lebih kecil dari belut-belut yang tumbuh dengan normal.

Perawatan Belut Yang Benar

Saat bibit belut yang dipilih sudah berhasil ditempat pembudidayaan, kita harus merawat belut tersebut dengan benar dan teliti. Dan cara perawatannya akan saya jelaskan di bawah ini.

a.Pengelolaan Air

budidaya belut, pengelolaan air pada kolam belut, kolam belut

kabarbee.com

Sebaiknya Anda harus sering menggunakan udara tempat belut dibudidayakan selama minimal 1 minggu sekali. Karena belut tersebut akan mengeluarkan cairan seperti lendir yang akan mengotori air di dalam kolam tersebut.

Jika udara tidak diganti, maka kualitas udara kolam akan rusak dan dapat mempengaruhi pada saat yang sama.

b.Pengendalian Hama dan Penyakit

-Hama

budidaya belut, gambar berang-berang, hama belut, hama peternak ikan

ssl.c.photoshelter.com

Hama di tempat budidaya belut adalah sebuah bahaya yang besar. Hal ini bisa terjadi karena hama tersebut dapat dapat memakan belut-belut yang di budidayakan.

Hama ini pun digolongkan menjadi beberapa jenis yaitu: Ular, burung, tikus, ikan gabus, itik, berang-berang, biawak dan sebagainya.

Cara mencegah agar hama datang tajam seperti berikut:

  • Jaga kebersihan kolam, yaitu dengan mengganti airnya secara berkala. Tujuannya adalah untuk tidak melayani bau yang dapat mengundang hama belut.
  • Buatlah pagar di daerah sekeliling kolam, karena gunanya untuk mengantisipasi hama yang masuk.
  • Lebih baik pasang tutup dengan menggunakan waring dan sebagainya.
  • Dan yang terakhir adalah Anda harus membersihkan kolam dari sampah dan rumput pembohong.

Cara di atas adalah cara yang digunakan oleh para pembudidaya belut.

-Penyakit

budidaya belut, penyakit belut, gambar belut

storage.googleapis.com

Sebelum menanam benih belu di kolam pembesaran, perlunya menanam belut yang baru harus memulai proses karantina di kolam air bersih.

Hal-hal yang ditujukan untuk mengubah parasit yang memungkinkan terjangkitnya penyakit yang berbahaya. Dan sistem pengolahan udara bersih dan limbah adalah kunci keberhasilan dari belut-belut terhadap penyakit.

Jika Anda tidak bisa mengolah air dan limbah, maka sudah dipastikan belut-belut yang Anda budidayakan akan mudah terserang penyakit. Contohnya ialah seperti: penyakit infeksi jamur, parasit, kutu merah, kepala merah dan sirip merah.

Hal yang lebih penting dari solusi pengobatan. Karena keberhasilan itu tergantung dari kitanya.

c.Pemberian Pakan

budidaya belut, saluran air kolam, kolam belut

fishpreneurship.weebly.com

Pemberian pakan pada bibit belut haruslah benar-benar diperhatikan. Karena jika makanannya asal-asalan, maka kualitas belut akan menjadi berkurang dan tidak laku dipemasaran pada saat kita menjualnya.

Maka dari itu Anda harus memberikan pakan yang sesuai dengan kebutuhan dan asupan gizi dari belut yang dibudidayakan. Agar masa belut-belut tersebut tumbuh berkembang dengan target yang kita inginkan dan memiliki kualitas yang tinggi di pasaran.

Di bawah ini adalah tata cara pemberian pakan yang sesuai dengan aturan pakannya, yaitu:

-Pemberian Pakan Utama

budidaya belut, pakan belut, gambar cacing

jatayu.or.id

Pemberian pakan utama dalam budidaya belut adalah 2-5% perhari dari berat tubuh belut.

berikut ini beberapa jenis pakan belut dan cara pemberiannya:

  • Cacing tanah ( cacing lumbricus rubellus). Cacing tanah adalah salah satu jenis pakan terbaik untuk para belut yang dibudidayakan. Cara pemberiannya dengan menaburkan potongan-potongan yang sudah ditakar dan dibersihkan ke dalam saluran udara pada belut tersebut.
  • Cacing sutera (tubifex). Cacing ini bentuknya seperti rambut dan biasa hidup berkoloni. Cara pemberiannya cukup sesuai cacing yang sudah ditakar ke dalam kolam belut.
  • Keong mas atau keong sawah (pila ampullace). Keong jenis ini sering ditemukan di selera udara tawar, seperti: di danau, kali, sawah dan lain-lain. Cara pemberiannya dengan menaburkan keong yang sudah ditakar dan dicincang ke dalam saluran air pada kolam.

Dan masih banyak lagi yang bisa Anda lakukan untuk kesayangan Anda.

-Pemberian Pakan Tambahan

budidaya belut, pakan belut, pakan tambahan belut, ternak belut

caratanam.com

Pemberian pakan tambahan pada belut isengan menggunakan pasta.

Pasta adalah pakan yang digunakan dalam berbagai bahan-bahan yang kaya gizi.

Cara pemberiannya adalah dengan menemukan pakan pada aliran / kamalir kolam belut.

Proses Pemanenan Belut

budidaya belut, panen belut, gambar belut

rejekinomplok.net

Proses pemanenan adalah proses yang sangat ditunggu-tunggu dalam budidaya belut. Karena dimana mereka akan mengharapkan hasil yang optimal dan optimal.

Anda bisa menghasilkan masa panen setelah 3 sampai 4 bulan pemeliharaan.

Jika ada belut yang kualitasnya sangat baik, belut yang bisa digunakan untuk indukan agar dapat menghasilkan bibit-bibit baru nantinya.

Anda juga bisa melakukan pemanenan secara langsung, yaitu dengan manual penangkapan. Karena kebanyakan masyarakat menggunakan ukuran yang berbeda dan tidak dapat selalu ukuran yang besar.

Anda dapat menjual belut dengan harga Rp.50.000 per kilonya. Sedangkan jika yang dijual belut konsumsi, Anda bisa menjualnya dengan harga Rp.30.000 per kilonya.

Memasarkan Belut yang Sudah di Panen

budidaya belut, pemasaran belut, gambar belut

ayobudidaya.com

Pemasaran belut yang telah dipanen terbilang mudah. Karena sekarang sudah banyak sekali olahan-olahan berbahan dasar belut yang sangat diminati oleh para konsumen.

Oleh karena itu peminat olahan tersebut, banyak sekali permintaan konsumen untuk para pembudidaya belut.

Jadi, Anda tidak perlu lagi pusing mencari para penampung. Karena sekarang sudah banyak konsumen yang memesan untuk semua jenis makanan olahan.

Demikianlah proses budidaya belut yang Insyaallah bisa Anda terapkan. Semoga artikel di atas bisa bermanfaat untuk Anda, sangat bagi para pemula.

Karena budidaya belut Itu tidak terlalu sulit, asal dan memiliki kemauan yang kuat dan ketelatenan yang tinggi.

Leave a Reply